MT. Baru-baru ini Pengurus Pusat PPGTM mengadakan audiens dengan Kepala Kantor kementerian Agama Kabupaten Mamasa terkait Hasil rekomendsi Peserta Training Of trainers Format Pengkaderan PP-PPGTM yang dilaksanakan di Klasis Tawalian Beberapa waktu lalu. rekomendasi tersebut lahir atas berkembangnya informasi di kalangan masyarakat bahwa ada manipulasi data umat pada kantor yang mengurusi umat agama tersebut.
Pengurus Pusat PPGTM yang di wakili Pdt. Stepanus, S.Th, Manase Paturu', Pasau Samboan, Dondan Langi', dan Ruben diterimah langsung oleh Kakandepag Mamasa di ruang kerjanya. pengurus Pusat PPGTM mengusulkan beberapa hal terkait hasil audiens tersebut diantaranya ; mengusulkan agar Pembimas khatolik pada kandepag mamasa juga seharusnya ada, rekruitmen penyuluh agama yang proporsional, serta menghimbau depag mamasa segera mensinkronkan data umat beragama di kab mamasa yang selama ini hanya dilaporkan ke kementerian hanya 7 (tuju) kecamatan. yakni Mamasa, Mambi, Messawa, Somarorong, Sespa, Tabulahan, Tabang.
selain itu ada sejumlah kejanggalan yang ditemukan dari hasil audiens tersebut seperti data rumah ibadah, data rohaniawan dan data pemeluk agama. seperti agama hindu yang berjumlah 15.373 jiwa, khatolik 4013 jiwa, kristen 88 097 dan islam 36097. data-data tersebut di atas sangat jauh dari hasil sensus penduduk 2010 lalu.
"kita tidak tau apa yang ada di benak kakandepag mamasa melakukan hal seperti itu yang menurut saya tidak konsisten dalam menjalankan tugasnya untuk mengurusi umat beragama di mamasa...." ungkap Manase Paturu' Ketua III PP-PPGTM. "dalam waktu dekat kita akan membawa data-data ini ke DPRD dan Bupati Mamasa.." sambung Manase.
Kamis, 26 April 2012
Data Umat di Kandepag Mamasa Perluh Perhatian Serius dari semua Pihak
Jumat, 20 Januari 2012
Mahkam Agung Mengabulkan Permintaan PK mantan Bupati Mamasa
MAKASSAR—Mahkamah Agung (MA) secara resmi mengabulkan permintaan
Peninjauan Kembali (PK) dari terpidana Mantan Bupati Mamasa Obednego
Deparinding.
Pihak kejaksaan yang berencana melakukan eksekusi batal dan menunggu putusan selanjutnya. Terpidana kasus korupsi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Mamasa 2008 tersebut oleh MA dinyatakan PK-nya dikabulkan sejak 18 Januari 2012.Perkara nomor 186PK/ PID.SUS/2011itu resmi diumumkan MA melalui website resminya panitera. mahkamahagung.co.id.
Kepala Kejaksaan Negeri Polewali Saring ketika dihubungi SINDO mengaku memang mengetahui kabar tersebut, namun hingga saat ini belum menerima hasil putusan MA.“Kami belum bisa melakukan apa-apa saat ini,”katanya. Olehnya itu,Kejari Mamasa belum mengambil tindakan terhadap 17 orang anggota DPRD Mamasa yang telah ditahan. Mereka masih mendekam di tahanan sambil menunggu salinan PK diterima oleh Kejari Polewali.
Sebagai gambaran, Obed terjerat kasus korupsi dengan melibatkan 24 anggota DPRD Mamasa. 17 diantaranya telah ditahan dan enam sisanya terus menjadi incaran pihak kejaksaan. Bahkan akhir Desember lalu dua anggota DPRD Mamasa ditangkap Kejaksaan di Gowa dalam pelariannya. Saring juga belum memutuskan langkah terhadap Obed, dia hanya mengulur waktu sembari menunggu PK diterima.
“Kalau pun nantinya putusan PK kami terima tidak serta merta mereka akan bebas, isi PKnya pasti mencantumkan status terpidana yang telah ditahan begitu pula dengan Obed,bisa jadi ada hal-hal yang masih memberatkan mereka,” ujar Saring. Saring mengaku baru mengetahui kabar putusan MA itu beberapa hari yang lalu. Dia mengatakan tidak ada perubahan sikap, tetap bertindak seperti semula, sembari menunggu putusan aslinya diterima.
Sementara itu Obed yang mendengar kabar jika PKnya dikabulkan oleh MA menggelar syukuran di kediaman pribadinya. Sejumlah relasi dan pendukungnya berkumpul dan memberi semangat kepada Obed. Seperti Tanga Palewangan, anggota dewan yang juga menjadi terpidana kasus ini. Menurut Tanga,syukuran di kediaman Obed sebagai bentuk apresiasi kepada hukum yang masih memihak orangorang tak bersalah.
“Sudah sejak awal kami melihat kasus ini sarat kepentingan dan tunggangan politik, bersyukur karena PK masih berkata lain,” ujarnya. Ketika Obed mendengar kabar tersebut, Tanga mengaku dia gembira dan bersyukur. Selain itu Tangan juga berharap Kejaksaan agar membebaskan rekan-rekannya yang telah di tahan agar dikeluarkan, karena hukum telah berkata lain. “Pihak kejari harusnya membebaskan rekan kami yang telah dipenjara,” tandas dia. rahmat hardiansya
Pihak kejaksaan yang berencana melakukan eksekusi batal dan menunggu putusan selanjutnya. Terpidana kasus korupsi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Mamasa 2008 tersebut oleh MA dinyatakan PK-nya dikabulkan sejak 18 Januari 2012.Perkara nomor 186PK/ PID.SUS/2011itu resmi diumumkan MA melalui website resminya panitera. mahkamahagung.co.id.
Kepala Kejaksaan Negeri Polewali Saring ketika dihubungi SINDO mengaku memang mengetahui kabar tersebut, namun hingga saat ini belum menerima hasil putusan MA.“Kami belum bisa melakukan apa-apa saat ini,”katanya. Olehnya itu,Kejari Mamasa belum mengambil tindakan terhadap 17 orang anggota DPRD Mamasa yang telah ditahan. Mereka masih mendekam di tahanan sambil menunggu salinan PK diterima oleh Kejari Polewali.
Sebagai gambaran, Obed terjerat kasus korupsi dengan melibatkan 24 anggota DPRD Mamasa. 17 diantaranya telah ditahan dan enam sisanya terus menjadi incaran pihak kejaksaan. Bahkan akhir Desember lalu dua anggota DPRD Mamasa ditangkap Kejaksaan di Gowa dalam pelariannya. Saring juga belum memutuskan langkah terhadap Obed, dia hanya mengulur waktu sembari menunggu PK diterima.
“Kalau pun nantinya putusan PK kami terima tidak serta merta mereka akan bebas, isi PKnya pasti mencantumkan status terpidana yang telah ditahan begitu pula dengan Obed,bisa jadi ada hal-hal yang masih memberatkan mereka,” ujar Saring. Saring mengaku baru mengetahui kabar putusan MA itu beberapa hari yang lalu. Dia mengatakan tidak ada perubahan sikap, tetap bertindak seperti semula, sembari menunggu putusan aslinya diterima.
Sementara itu Obed yang mendengar kabar jika PKnya dikabulkan oleh MA menggelar syukuran di kediaman pribadinya. Sejumlah relasi dan pendukungnya berkumpul dan memberi semangat kepada Obed. Seperti Tanga Palewangan, anggota dewan yang juga menjadi terpidana kasus ini. Menurut Tanga,syukuran di kediaman Obed sebagai bentuk apresiasi kepada hukum yang masih memihak orangorang tak bersalah.
“Sudah sejak awal kami melihat kasus ini sarat kepentingan dan tunggangan politik, bersyukur karena PK masih berkata lain,” ujarnya. Ketika Obed mendengar kabar tersebut, Tanga mengaku dia gembira dan bersyukur. Selain itu Tangan juga berharap Kejaksaan agar membebaskan rekan-rekannya yang telah di tahan agar dikeluarkan, karena hukum telah berkata lain. “Pihak kejari harusnya membebaskan rekan kami yang telah dipenjara,” tandas dia. rahmat hardiansya
Rabu, 04 Januari 2012
Perkuliah di Unsulbar Belum Jalan
MAJENE, MT -- Mahasiswa
Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) masih menyegel kampusnya. Hingga,
Selasa, 3 Januari, proses perkuliahan di kampus tersebut masih belum
berlangsung.
Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum Unsulbar, Wahyu mengatakan, belum ada aktivitas perkuliahan di Unsulbar. Dia dan teman-temannya masih merasa kecewa atas lambatnya proses penegerian Unsulbar.
"Kami menginginkan adanya dialog akademik antara pengelola kampus, Pemerintah Provinsi Sulbar dan Pemerintah Kabupaten Majene," tegasnya.
Menurut Wahyu, mahasiswa Unsulbar ingin mengetahui sudah sampai dimana proses penegerian Unsulbar. Pasalnya, janji pengelola yang mengatakan Unsulbar akan menjadi perguruan tinggi negeri (PTN) sebelum 2012. Namun hingga saat ini, belum ada kejelasan.
"Target kita memang diadakan dialog akademik. Penyegelan kampus akan terus dilakukan sebelum ada kepastian tentang proses penegerian Unsulbar," tegasnya.
Wakil Ketua DPRD Sulbar, Arifin Nurdin mengatakan, bila pemerintah pusat belum menyetujui Unsulbar menjadi negeri, berarti ada diskriminasi. Menurutnya, dari 33 provinsi di Indonesia, hanya Sulbar belum memiliki PTN.
"Bahkan ada sejumlah provinsi, yang memiliki lebih dari satu PTN. Pokoknya kita harus mendesak Kemendikbud segera menegerikan Unsulbar. Pemprov dan DPRD sudah melaksakan tugasnya dengan baik," ungkap Arifin.
Sementara itu, anggota Komisi IV DPRD Sulbar, Yuki Permana, mengutarakan pihak yayasan harus memenuhi permintaan mahasiswa yang ingin melakukan dialog. Pihak yayasan memang harus memberikan penjelasan sudah sampai dimana proses penegrian tersebut.
"Kita harus tahu sudah sampai dimana prosesnya. Sudah sepatutnya pihak rektorat memberikan penjelasan tentang hal itu. Masalah ini memang merupakan kekhawatiran kita bersama karena harus ada PTN di Sulbar untuk meningkatkan kualitas SDM di daerah ini," tutur Yuki.
Menurut Yuki, jika masalah in terus berlanjut maka ada tiga pihak yang dirugikan. Pihak pertama yang dirugikan, kata Yuki adalah mahasiswa. "Pihak kedua adalah yayasan. Pasti masyarakat ragu berkuliah di Unsulbar karena pasti statusnya akan dipertanyakan. Kemudian pihak ketiga adalah masyarakat Sulbar," terang Yuki. (*
Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum Unsulbar, Wahyu mengatakan, belum ada aktivitas perkuliahan di Unsulbar. Dia dan teman-temannya masih merasa kecewa atas lambatnya proses penegerian Unsulbar.
"Kami menginginkan adanya dialog akademik antara pengelola kampus, Pemerintah Provinsi Sulbar dan Pemerintah Kabupaten Majene," tegasnya.
Menurut Wahyu, mahasiswa Unsulbar ingin mengetahui sudah sampai dimana proses penegerian Unsulbar. Pasalnya, janji pengelola yang mengatakan Unsulbar akan menjadi perguruan tinggi negeri (PTN) sebelum 2012. Namun hingga saat ini, belum ada kejelasan.
"Target kita memang diadakan dialog akademik. Penyegelan kampus akan terus dilakukan sebelum ada kepastian tentang proses penegerian Unsulbar," tegasnya.
Wakil Ketua DPRD Sulbar, Arifin Nurdin mengatakan, bila pemerintah pusat belum menyetujui Unsulbar menjadi negeri, berarti ada diskriminasi. Menurutnya, dari 33 provinsi di Indonesia, hanya Sulbar belum memiliki PTN.
"Bahkan ada sejumlah provinsi, yang memiliki lebih dari satu PTN. Pokoknya kita harus mendesak Kemendikbud segera menegerikan Unsulbar. Pemprov dan DPRD sudah melaksakan tugasnya dengan baik," ungkap Arifin.
Sementara itu, anggota Komisi IV DPRD Sulbar, Yuki Permana, mengutarakan pihak yayasan harus memenuhi permintaan mahasiswa yang ingin melakukan dialog. Pihak yayasan memang harus memberikan penjelasan sudah sampai dimana proses penegrian tersebut.
"Kita harus tahu sudah sampai dimana prosesnya. Sudah sepatutnya pihak rektorat memberikan penjelasan tentang hal itu. Masalah ini memang merupakan kekhawatiran kita bersama karena harus ada PTN di Sulbar untuk meningkatkan kualitas SDM di daerah ini," tutur Yuki.
Menurut Yuki, jika masalah in terus berlanjut maka ada tiga pihak yang dirugikan. Pihak pertama yang dirugikan, kata Yuki adalah mahasiswa. "Pihak kedua adalah yayasan. Pasti masyarakat ragu berkuliah di Unsulbar karena pasti statusnya akan dipertanyakan. Kemudian pihak ketiga adalah masyarakat Sulbar," terang Yuki. (*
Senin, 03 Oktober 2011
GBIS Kepunton Apresiasi Bantuan Banser
SURAKARTA--MICOM: Pengurus Gereja Bethel Injil Sepenuh (GBIS) Kepunton, Kota Solo menyampaikan penghargaan kepada Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Pengurus Cabang Nadhatul Ulama Surakarta yang telah menjaga keamanan kompleks gereja tersebut, pascabom bunuh diri belum lama ini.
Penyampaian apresiasi pada akhir kebaktian raya yang dilakukan Senin (3/10) malam di kompleks GBIS Kepunton tersebut diwakili oleh Pendeta Wiem Agus Winarno. Kegiatan itu pun menandakan berakhirnya penjagaan oleh Banser di gereja itu pascaperistiwa ledakan bom bunuh diri pada pekan lalu hingga Senin.
Komandan Satuan Koordinasi Cabang Banser PC NU Muhammad Dharmadji Asror mengatakan, pihaknya telah menyelesaikan tugas, setelah melakukan penjagaan sejak Minggu (25/9). Sebanyak 30 personel Banser dari kepengurusan Surakarta dikerahkan secara bergantian untuk mengamankan kompleks gereja bersama aparat kepolisian setempat.
Pihaknya telah diminta pihak gereja untuk menyelesaikan tugas penjagaan mulai Senin malam, setelah situasi di lokasi itu dinyatakan aman dan kondusif oleh aparat keamanan setempat. "Jika kembali dibutuhkan, Banser akan kembali membantu pihak gereja untuk memberikan keamanan kepada para jemaat agar kegiatan peribadatan kembali kondusif seperti sedia kala," kata dia.
Peribadatan di GBIS Kepunton mulai kembali normal pada Minggu (2/10) pagi yang ditandai dengan digelarnya ibadah raya pada pukul 06.00 WIB.
Garis polisi yang dipasang di pintu utama gereja dan sebagian barisan paling belakang di auditorium gereja juga telah dilepas karena pelaksanaan pemeriksaan dan penyelidikan kasus ledakan bom telah selesai dilakukan.
Koordinator Persaudaraan Lintas Gereja Indonesia Gregorius Yoga menyampaikan ucapan terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada para personel Banser secara tulus hati menjaga keamanan lokasi gereja.
"Adanya Banser yang menolong jemaat gereja menandakan bahwa kita memiliki saudara yang berada di bawah payung persatuan Bangsa Indonesia," kata dia. (Ant/OL-04)
Penyampaian apresiasi pada akhir kebaktian raya yang dilakukan Senin (3/10) malam di kompleks GBIS Kepunton tersebut diwakili oleh Pendeta Wiem Agus Winarno. Kegiatan itu pun menandakan berakhirnya penjagaan oleh Banser di gereja itu pascaperistiwa ledakan bom bunuh diri pada pekan lalu hingga Senin.
Komandan Satuan Koordinasi Cabang Banser PC NU Muhammad Dharmadji Asror mengatakan, pihaknya telah menyelesaikan tugas, setelah melakukan penjagaan sejak Minggu (25/9). Sebanyak 30 personel Banser dari kepengurusan Surakarta dikerahkan secara bergantian untuk mengamankan kompleks gereja bersama aparat kepolisian setempat.
Pihaknya telah diminta pihak gereja untuk menyelesaikan tugas penjagaan mulai Senin malam, setelah situasi di lokasi itu dinyatakan aman dan kondusif oleh aparat keamanan setempat. "Jika kembali dibutuhkan, Banser akan kembali membantu pihak gereja untuk memberikan keamanan kepada para jemaat agar kegiatan peribadatan kembali kondusif seperti sedia kala," kata dia.
Peribadatan di GBIS Kepunton mulai kembali normal pada Minggu (2/10) pagi yang ditandai dengan digelarnya ibadah raya pada pukul 06.00 WIB.
Garis polisi yang dipasang di pintu utama gereja dan sebagian barisan paling belakang di auditorium gereja juga telah dilepas karena pelaksanaan pemeriksaan dan penyelidikan kasus ledakan bom telah selesai dilakukan.
Koordinator Persaudaraan Lintas Gereja Indonesia Gregorius Yoga menyampaikan ucapan terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada para personel Banser secara tulus hati menjaga keamanan lokasi gereja.
"Adanya Banser yang menolong jemaat gereja menandakan bahwa kita memiliki saudara yang berada di bawah payung persatuan Bangsa Indonesia," kata dia. (Ant/OL-04)
LEADERSHIP CAPACITY BUILDING
JOURNAL
CLUSTER
MISSION AND ECUMENISM
KALIURANG 19-25 SEPTEMBER 2011
Abstraksi Cluster II Mission and Ecumenism
Kondisi
kehidupan umat manusia, berbangsa dan bernegara khususnya di indonesia yang
semakin memprihatinkan baik secara ekonomi, politik, sosial budaya serta
kerukunan umat beragama semakin terancam. Karena itu kita perlu mengambil
sebuah tindakan atau langakah-langakah konkrit untuk dapat mengambil; peran
dalam perbaikan dan pemulihan bangsa bahkan dunia ini.
Kita
sebagai pribadi maupun sebagai gereja (bait suci Allah) perluh mengubah potensi
diri menjadi unggul dalam spiritual, karakter, perilaku dan ilmu pengetahuan
dan keterampilan dalam menghadapi persoalan tersebut. Dalam cluster II inilah
proses belajar mendalami MISI dan
ECUMENISM diharapkan mampu membekali kita dalam menciptakan sebuah rumah yang
layak untuk dihuni seluruh umat manusia.
Materi-materi
yang disajikan dalam cluster ini telah dikemas sedemikian rupa beserta
refleksinya yang berfariasi untuk memudahkan kita lebih mengilhami arti dan makna
dari setiap materi.
Senin 19 september 2011.
1. Misi & ekumenisme (Pdt. Josef PW, M.Th)
Para
perserta sharing latar belakang gereja masing-masing dalam kelompok untuk dapat
lebih mendalami hakekat gereja dan amanat agung.
2. Gereja dan lingkungan hidup (Pdt.
Rudiyanto, M.Th)
Bagaimana
gereja melihat lingkungan hidup sebagai ciptaan Tuhan yang seharusnya
dipergunakan demi kelangsungan hidup manusia itu sendiri. Makna yang dapat kita
petik dari materi ini bahwa bagaimana sikap kita sebagai Gereja dalam
memelihara dan memanfaatkan Lingkungan hidup.
Selasa 20 september 2011
1. Pluralitas dan islam dalam negara pancasila
(Teddy Kholilidin, M.Si)
§
Melihat lebih dekat kondisi dan memetahkan
masalah-masalah keagamaan yang sering kali dijadikan sarana kelompok-kelompok
radikal dalam tujuan-tujuan politik, serta mengajak kita untuk tetap berusaha
menjaga kehidupan keagamaan yang saling menghormati.
§
Ada
masalah dalam penegakan hukum soal kebebasan beragama dan berkeyakinan.
2. Praksis relasi antar agama (Ronny Chandra,
M.Th)
Perluhnya
membangun kedekatan yang lebih erat dengan agama-agama lain terutama islam.
Membangun kedekatan pribadi dan kolaborasi (aksi bersama).
3. Misi, Komunikasi dan Perpindahan Paradigma
di Indonesia (Dr. Gerrit Singgih)
Orang-orang
Kristiani perluh memperhatikan, mengakui dan mengapresiasi kenyataan
kepelbagaian (pluralisme), yang tidak hanya diartikan kepelbagaian suku,
budaya, seni dan golongan etnis (yang agak biasa dalam wacana publik di
Indonesia), tetapi juga kepelbagaian agama (pluralisme yang bersifat religius).
misi
dan komunikasi,dan paradigma kepelbagaian agama sudah waktunya dicoba dalam
komunikasi kepada mereka yang beragama lain agar dapat menjadi jembatan di
antara paradigma kebebasan beragama dan paradigma kepelbagaian agama.
Rabu 21 september 2011
1. Misi dan Dakwa (Prof. Dr. Banawiratma)
Materi
ini lebih memusatkan perhatian terhadap kemiskinan yang ternyata tidak
semata-mata diakibatkan oleh kemalasan atau rendahnya pendidikan tapi lebih
kepada ketidak adilan sosial. Ketidakstabilan Indonesia merupakan
akibat dari gajah yang bertarung lawan gajah dan pelanduk mati di tengah.
Sehingga misi bukanlah sekedar kasih individual melainkan dengan memperjuangkan
keadilan sosial.
Misi
dan dakwah sekarang ini selayaknya memajukan solidaritas terhadap kaum miskin
dan para korban secara lintas suku, lintas agama beserta ideologi, lintas
kelas, lintas kelompok, dan juga lintas bangsa.
Konteks
misi di indonesia sekarang ini berorientasi pada :
(1) Kaum miskin dan para korban
(2) Ketidakadilan sosial
(2) Ketidakadilan jender
(3) Kerusakan ekologis
(4) Hak Asasi manusia
(5) Kekerasan
(6) Korupsi
(7) Kemajemukan kultural-religius
2. Nasionalisme dan Globalisasi (Pdt.
Rudiyanto, M.Th)
Kemerdekaan
indonesia ternyata tidak dibarengi kemerdekaan secara ekonomi. Negara indonesia
yang mengiterpretasikan dirinya ke Dalam Negara klas yang “dikuasai” atau “dikemudikan” oleh para
komprador, kapitalis-birokrat, dan kapitalis-kroni, rakyat Indonesia memasuki
globalisasi, yang tak
lain merupakan kendaraan Imperialisme atau Neo-Liberalisme.
Privatisasi
BUMN, pencabutan subsidi, liberalisme pasar, penguasaan sumber daya alam oleh
asing, hutang luar negeri, regulasi investasi mengakibatkan melonjaknya
kemiskinan di indonesia. Disamping itu berbagai organisasi fundamentalis agama
tumbuh dengan suburnya dengan berbagai pendekatan (parlement, khilafah
islamiyah,teror, dll) yang
terus merongrong nasionalime.
Nampaknya kita harus mengingat kembali teori
revolusionis soekarno (pancasila sukarno) yaituh “marhaenis + ketuhanan “ yang
walaupun kontradiktif namun kita perlu menafsirkannya kembali sesuai dengan
komitmen etis, politik sosio demokratik revolusioner menuju indonesia yang
merdeka 100%.
Kamis 22 september 2011
1. Aliran gereja dan jaringan ekumenis di asia
dan Indonesia (Sekum PGI: Pdt. Gomar Gultom, M.Th)
2. Teologi Gender (Pdt. Hendri Wijayatsih, MA)
Pemahaman penegasan perbedaan antara
seks dan gender akan mengarahkan pemikiran kita untuk tidak lagi beranggapan
bahwa pembagian tugas antara perempuan dan laki-laki sesungguhnya bukanlah
sesuatu yang alami (takdir) tetapi merupakan hasil dari sejarah adaptasi atau
kontrak masyarakat dalam lingkungannya. Refleksi bedah kasus bangktinya
perempuan aceh dalam pemulihan di aceh merupakan salah satu contoh sebuah
langkah kaum perempuan untuk dapat berperan layaknya kaum laki-laki dalam
segala aspek.
Jumat 23 september 2011
1. Kebijakan ekonomi dan kemiskinan di
indonesia (Dr. Revrisond Baswir)
Memberikan
pengetahuan baru tentang sejarah dan perkembangan perekonomian di indonesia
serta mengajak peserta untuk melihat lebih dalam masalah-masalah kemiskinan di
indonesia dipandang dari prespektif konstitusi dan cita-cita bangsa. Melalui
materi ini juga kita dapat mengambil sebuah kesimpulan sementara bahwa
kemerdekaan secara ekonomi belum dapat kita capai sebagaimana cita-cita dan harapan
bangsa namun setidaknya dalam 10 tahun terakhir kita telah memasuki legalisasi
neo kolonialisme.
2. Iman dan Bisnis di tengah Globalisasi (Pdt.
Yahya Wijaya, Ph.D)
Catatan
penting dari materi ini adalah bahwa bagaimana kita memandang bisnis itu juga
merupakan bagian dari iman. Iman hendaknya bukan hanya sekedar membantu
kesuksesan sebuah bisnis namun harus memandu dan melandasi kegiatan bisnis
sejak perencanaan hingga pemanfaatannya.
3. Gerakan ekumenis di indonesia dan asia
(Ketum PGI : Dr. A.A Yewangoe)
·
Materi ini memberikan pengetahuan tentang sejarah
dan perkembangan gerakan ekumenis yang telah digagas oleh toko-toko penting
gerakan ekumenis serta dinamikanya.
·
Visi dan misi yang telah dirumuskan pada Sidang
Raya XV PGI 2009 di mamasa adalah bentuk ketegasan dan komitmen untuk menuju
keesaan gereja (in action).
·
Gerakan oikumene di asia ditandai dengan
berdirinya CCA 1957. Berdirinya CCA sebagai organ forum kerja sama
gereja-gereja dalam kerangkah oikumene yang lebih luas.
·
Gerkan oikumene adalah gerakan yang
berkelanjutan. selama bumi kita tidak layak huni maka selama itu pula gerakan
oikumene akan tetap berlanjut.
Sabtu 24 september 2011
1.
Lokakarya dan evaluasi akhir minggu
Latihan
menyusun paper cluster mission and ecumenism tentang :
1. Apa
dan bagaimana misi dan ekumenisme
2. Bagaimana
implementasi misi dan ekumenisme bagi pelayanan dan memulihkan (mengacu pada
thema LCB) dalam konteks luas
3.
Bagaimana implementasinya dalam konteks
masing-masing.
Minggu 25 september 2011
1.
Ibadah minggu
2.
Tour ke borobudur & city tour
Sabtu, 09 Juli 2011
Mantan Ketua DPRD Mamasa Menyerahkan Diri
POLMAN--MICOM: Setelah empat dari 24 terdakwa kasus korupsi anggota DPRD Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar) periode 2004-2009 menyerahkan diri, mantan wakil ketua DPRD Kabupaten Mamasa, juga menyerahkan diri ke Kejaksaan Negeri Polman menjalani eksekusi.
"Satu lagi terdakwa yang menyerahkan diri dan dia adalah mantan wakil ketua DPRD Mamasa, kata Mac Paotonan yang hari ini langsung kami terima di kejari untuk diselesaikan persyaratan administrasinya dan melakukan proses eksekusi," kata Kepala Kejari Polman Saring, Jumat (8/7).
Setelah terdakwa menyerahkan diri dan menyelesaikan beberapa persyaratan administrasi yang harus dipenuhi di kejari, Paotonan diantar ke Rutan Kelas II B Polman menggunakan mobil tahanan kejari dengan pengawalan beberapa petugas kejari dan anggota Polres Polman.
Saring mengatakan, semestinya Paotonan telah diberi batas waktu pemanggilan pada pekan lalu melalui pemanggilan tahap pertama, namun panggilan tersebut baru bisa dipenuhi hari ini.
"Sepekan lalu Paotonan sempat mengirimkan surat keterangan sakit kepada Kejari dengan batas waktu beberapa hari untuk memenuhi panggilan yang dilayangkan kejari melalui surat pemanggilan," lanjutnya.
Untuk itu, ia mengatakan, belum melayangkan panggilan kedua terhadap Paotonan sambil menunggu proses penyembuhan yang dilakukan dengan batas waktu satu pekan. "Hari ini harusnya kami akan layangkan kembali surat pemanggilan tahap dua kepada Paotonan, namun ia sudah menyerahkan diri secara koperatif, makanya kami sangat bersyukur dan menghargai dengan tindakan seperti ini," ungkapnya.
Dengan menghadapnya Paotonan, jumlah terdakwa kasus korupsi Mamasa yang telah menyerahkan diri secara koperatif semakin bertambah dan sudah berjumlah lima orang, diantaranya Aripin Baso, Elisabet, Agustinus Lesseng, dan Simon Kena. (Ant/OL-04)
"Satu lagi terdakwa yang menyerahkan diri dan dia adalah mantan wakil ketua DPRD Mamasa, kata Mac Paotonan yang hari ini langsung kami terima di kejari untuk diselesaikan persyaratan administrasinya dan melakukan proses eksekusi," kata Kepala Kejari Polman Saring, Jumat (8/7).
Setelah terdakwa menyerahkan diri dan menyelesaikan beberapa persyaratan administrasi yang harus dipenuhi di kejari, Paotonan diantar ke Rutan Kelas II B Polman menggunakan mobil tahanan kejari dengan pengawalan beberapa petugas kejari dan anggota Polres Polman.
Saring mengatakan, semestinya Paotonan telah diberi batas waktu pemanggilan pada pekan lalu melalui pemanggilan tahap pertama, namun panggilan tersebut baru bisa dipenuhi hari ini.
"Sepekan lalu Paotonan sempat mengirimkan surat keterangan sakit kepada Kejari dengan batas waktu beberapa hari untuk memenuhi panggilan yang dilayangkan kejari melalui surat pemanggilan," lanjutnya.
Untuk itu, ia mengatakan, belum melayangkan panggilan kedua terhadap Paotonan sambil menunggu proses penyembuhan yang dilakukan dengan batas waktu satu pekan. "Hari ini harusnya kami akan layangkan kembali surat pemanggilan tahap dua kepada Paotonan, namun ia sudah menyerahkan diri secara koperatif, makanya kami sangat bersyukur dan menghargai dengan tindakan seperti ini," ungkapnya.
Dengan menghadapnya Paotonan, jumlah terdakwa kasus korupsi Mamasa yang telah menyerahkan diri secara koperatif semakin bertambah dan sudah berjumlah lima orang, diantaranya Aripin Baso, Elisabet, Agustinus Lesseng, dan Simon Kena. (Ant/OL-04)
Jumat, 17 Juni 2011
Manasye Paturu' terpilih sebagai Ketua Bidang Humas & Komunikasi Pengurus Pusat PPGTM
Bumal, Organisasi kepemudaan tingkat sinodal Persekutuan Pemuda Gereja Toraja Mamasa semakin berkomitmen membangun persekutuan dan pelayanan baik terhadap gereja maupun terhadap masyarakat sekitarnya. ini tercermin dalam pelaksanaan Sidang AM PPGTM X yang dilaksanakan di Klasis Bumal I tepatnya di jemaat Sodangan yang berlangsung dari tanggal 9 -13 Juni 2011 kemarin. Sidang yang di hadiri 68 klasis tersebut menghasilkan sejumlah rumusan program kerja 5 (lima) tahun ke depan serta pengurus baru yang juga dilaksanakan melalui pemilihan.
PPGTM yang sampai saat ini mempunyai anggota sekitar 30.000 orang tersebar di 2 propinsi (Sulbar & Sulsel serta beberapa jemaat di luar sulawesi) lebih memusatkan perhatian terhadap peningkatan kwalitas kader-kader dan memaksimalkan pelayanan.
"PPGTM juga diharapkan dapat responsif terhadap isu-isu sosial yang terjadi dalam masyarakat seperti bahaya HIV/AIDS,GLOBAL WARMING serta NARKOBA karena itu kami sangat berharap dapat menjalin komunikasi yang baik terhadap seluruh komponen masyarakat terutama pemerintah..." sebut Manasye Paturu' saat ditemui team Mamasa Tondokku On Line. Kabid Humas dan Komunikasi ini juga menambahkan bahwa " momentum ini harus dijadikan sebagai kebangkitan PPGTM tahap II. tidak berarti bahwa kepengurusan PPGTM periode yang lalu fakum tapi kepengurusan yang baru ini harus lebih surfive dalam segala hal apa lagi menyangkut masa depan gereja dan masyarakat..."
di tempat berbeda Ketua Umum yang Baru Pdt. Stepanus,S.Th mengharapkan kerja sama yang solid dan bertanggung jawab terhadap tugas masing-masing adalah kunci perjalanan Organisasi ini ke depan. "saya berharap teman-teman pengurus yang baru terpilih dapat bekerja sama dengan baik berdasarkan azas pelayanan....." ungkapnya.
selain Stepanus (Ketua Umum) dan Manasye Paturu' (Kabid Humas & Komunikasi), formatur yang terpilih dalam SIDANG PPGTM X 2011 ini adalah Pasau' Samboan sebagai Sekum, Tati Rumba' bendahara, Pdt.D.P Madika, S.Th sebagai Kabid PWG, Dondan Langi',SE sebagai Kabid Kemandirian Dana, Joni Nataniel, S.Pdk Kabid kaderisasi & organisasi, Ardialan Kabid Minat & Bakat, dan beberapa Koodinator wilayah yang di bagi atas 13 wilayah.
E-mail PPGTM => pp_ppgtm@yahoo.com
PPGTM yang sampai saat ini mempunyai anggota sekitar 30.000 orang tersebar di 2 propinsi (Sulbar & Sulsel serta beberapa jemaat di luar sulawesi) lebih memusatkan perhatian terhadap peningkatan kwalitas kader-kader dan memaksimalkan pelayanan.
"PPGTM juga diharapkan dapat responsif terhadap isu-isu sosial yang terjadi dalam masyarakat seperti bahaya HIV/AIDS,GLOBAL WARMING serta NARKOBA karena itu kami sangat berharap dapat menjalin komunikasi yang baik terhadap seluruh komponen masyarakat terutama pemerintah..." sebut Manasye Paturu' saat ditemui team Mamasa Tondokku On Line. Kabid Humas dan Komunikasi ini juga menambahkan bahwa " momentum ini harus dijadikan sebagai kebangkitan PPGTM tahap II. tidak berarti bahwa kepengurusan PPGTM periode yang lalu fakum tapi kepengurusan yang baru ini harus lebih surfive dalam segala hal apa lagi menyangkut masa depan gereja dan masyarakat..."
di tempat berbeda Ketua Umum yang Baru Pdt. Stepanus,S.Th mengharapkan kerja sama yang solid dan bertanggung jawab terhadap tugas masing-masing adalah kunci perjalanan Organisasi ini ke depan. "saya berharap teman-teman pengurus yang baru terpilih dapat bekerja sama dengan baik berdasarkan azas pelayanan....." ungkapnya.
selain Stepanus (Ketua Umum) dan Manasye Paturu' (Kabid Humas & Komunikasi), formatur yang terpilih dalam SIDANG PPGTM X 2011 ini adalah Pasau' Samboan sebagai Sekum, Tati Rumba' bendahara, Pdt.D.P Madika, S.Th sebagai Kabid PWG, Dondan Langi',SE sebagai Kabid Kemandirian Dana, Joni Nataniel, S.Pdk Kabid kaderisasi & organisasi, Ardialan Kabid Minat & Bakat, dan beberapa Koodinator wilayah yang di bagi atas 13 wilayah.
E-mail PPGTM => pp_ppgtm@yahoo.com
Langganan:
Entri (Atom)
